Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Sam'ani, sejak awal dirinya memang tidak ingin maju dalam pemilihan kepala daerah tersebut. "Jujur, saya tidak (ingin nyalon)," katanya usai jumpa pers di Green Cafe, Jumat (21/7/2017).
Pria yang hari ini berulang tahun itu, memang tidak mengatakan banyak hal, terkait dengan tidak majunya dia pada pilkada ini. Hanya menegaskan jika, dirinya masih ingin mengabdi sebagai pegawai negeri sipil (PNS). "Saya masih 12 tahun lagi pensiun. Jadi, saya laksanakan dulu tugas dan fungsi saya sebagai PNS sebaik-baiknya," jelasnya.
Alasan masih berstatus PNS itu, menjadi salah satu alasan kenapa dia tidak mencalonkan diri. Selain enam alasan lain seperti, belum mendapat restu orang tua, bukan orang partai, bermodal pas-pasan, atau tidak mempunyai rekomendasi.
Oran tua, menurut Sam'ani, bukan hanya merujuk kepada kedua orang tuanya saja, melainkan juga kepada atasannya. Yakni Bupati Kudus. "Atasan itu juga termasuk orang tua lho, ya. Dan memang pak bupati belum memberikan izin. Makanya menjadi salah satu alasan," katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



