Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam jumpa pers yang digelar Jumat (21/7/2017), di Green Cafe, Sam'ani mengatakan bahwa dirinya tidak akan maju sebagai calon bupati. "Keputusan saya ini sudah bulat. Saya 93% tidak akan menyalonkan diri sebagai calon bupati pada pilkada mendatang," katanya di hadapan sejumlah wartawan.

Sam'ani mengatakan, 93% opsi tidak mencalonkan diri itu, didasari pada beberapa pertimbangan. Setidaknya ada tujuh poin kenapa dirinya memutuskan untuk tidak mencalonkan diri.

Pertimbangan itu adalah belum ada restu orang tua (bapak dan ibu), masih pegawai negeri sipil (PNS) aktif, bukan orang partai, tidak mempunyai rekomendasi, modal pas-pasan, pertimbangan apa mampu jadi bupati, dan mempertimbankan antara manfaat atau mudharatnya.

Sedangkan pertimbangan 3% sisanya adalah soal rahasia dan keajaiban Allah SWT. "Memang begitulah. Saya sudah mempertimbangkannya dengan matang-matang soal ini (untuk tidak maju). Kalau alasan yang tujuh sebelumnya tadi bisa gugur, maka yang 3% juga kemungkinan masih dipertimbangkan lagi (untuk maju)," paparnya.

Namun tidak dipungkiri Sam'ani bahwa aturan soal PNS yang harus mengundurkan diri saat akan nyalon bupati, juga menjadi salah satu pertimbangan penting. "Saya masih 12 tahun lagi menjadi PNS. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai PNS dengan sebaik-baiknya saja," tegasnya.Sam'ani sendiri, adalah salah satu sosok disebut-sebut menjadi calon kuat jadi Bupati Kudus, dari kalangan birokrat. Selain Sam'ani, nama lainnya adalah Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kudus, Sumiyatun. Bahkan, Sumiyatun mengklaim sudah didukung pengurus anak cabang PDIP Kudus. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler