Cara pelaku membajak nomor Masan cukup canggih. Tanpa diketahui, pelaku mengirimkan SMS
broadcast kepada semua orang dengan nada menghina Sumiyatun yang berbunyi ‘Mami Tun (Sumiyatun) itu orang bodoh dan cari popularitas. Wong Kudus tidak doyan’. Gara-gara SMS
broadcast tersebut berakibat geger. Sebab ratusan bahkan ribuan orang telah menerima SMS tersebut.
Masan cepat meluruskan hal itu. Dia menegaskan tidak pernah mengirimkan pesan pendek dengan tulisan seperti itu. Dia mengetahui ketika sejumlah orang penerima SMS tersebut membalas pesan atau bahkan menelpon dirinya. ”Saya baru tahu kalau nomor saya dibajak saat puluhan bahkan ratusan penerima SMS tersebut menelepon saya. HP saya juga tidak mungkin diambil orang karena selalu saya pegang,” kata Masan.
Masan menduga kalau aksi tersebut dilakukan pelaku secara canggih. Dia melihat kalau upaya tersebut bisa digunakan untuk berbuat kejahatan. Pihaknya juga telah menanyakan pertanyaan tersebut ke gerai Indosat selaku operator nomor seluler yang digunakan. Pihak Indosat menjawab kalau berdasarkan pemeriksaan, tidak ada data SMS seperti itu yang keluar dari nomor HP Masan.
”Saya sendiri juga kecewa dengan operator Indosat lantaran keamanan pelanggannya bisa dibobol. Bayangkan kalau nomor saya disalahgunakan untuk tindak kriminal seperti pemerasan atau lainnya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Masan berencana akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian agar pelaku pembajakan nomornya bisa terlacak dan ditangkap.Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Sumiyatun yang didatangi Masan juga mengatakan kaget atas kejadian tersebut. Pihaknya mengaku tahu adanya SMS tersebut berdasarkan laporan orang lain. ”Saya juga kaget ketika mendapat informasi seperti ini. Kalau saya sangat percaya pak Masan tidak akan melakukan hal ini,” ujar Sumiyatun.Dia menduga aksi ini memang terkait dengan kepentingan politik. Termasuk di antaranya anggapan dia akan mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus 2018. Yang jelas, akibat SMS tak bertanggung jawab itu, dirinya merasa risih.
Editor : Akrom Hazami
Murianews, Kudus – Nomor handphone (HP) Ketua DPRD Kudus, Masan, tiba-tiba dibajak. Nomornya mengirimkan SMS broadcast yang isinya menghina Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus, Sumiyatun yang dikabarkan sedang mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus 2018.
Cara pelaku membajak nomor Masan cukup canggih. Tanpa diketahui, pelaku mengirimkan SMS broadcast kepada semua orang dengan nada menghina Sumiyatun yang berbunyi ‘Mami Tun (Sumiyatun) itu orang bodoh dan cari popularitas. Wong Kudus tidak doyan’. Gara-gara SMS broadcast tersebut berakibat geger. Sebab ratusan bahkan ribuan orang telah menerima SMS tersebut.
Masan cepat meluruskan hal itu. Dia menegaskan tidak pernah mengirimkan pesan pendek dengan tulisan seperti itu. Dia mengetahui ketika sejumlah orang penerima SMS tersebut membalas pesan atau bahkan menelpon dirinya. ”Saya baru tahu kalau nomor saya dibajak saat puluhan bahkan ratusan penerima SMS tersebut menelepon saya. HP saya juga tidak mungkin diambil orang karena selalu saya pegang,” kata Masan.
Masan menduga kalau aksi tersebut dilakukan pelaku secara canggih. Dia melihat kalau upaya tersebut bisa digunakan untuk berbuat kejahatan. Pihaknya juga telah menanyakan pertanyaan tersebut ke gerai Indosat selaku operator nomor seluler yang digunakan. Pihak Indosat menjawab kalau berdasarkan pemeriksaan, tidak ada data SMS seperti itu yang keluar dari nomor HP Masan.
”Saya sendiri juga kecewa dengan operator Indosat lantaran keamanan pelanggannya bisa dibobol. Bayangkan kalau nomor saya disalahgunakan untuk tindak kriminal seperti pemerasan atau lainnya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Masan berencana akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian agar pelaku pembajakan nomornya bisa terlacak dan ditangkap.
Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Sumiyatun yang didatangi Masan juga mengatakan kaget atas kejadian tersebut. Pihaknya mengaku tahu adanya SMS tersebut berdasarkan laporan orang lain. ”Saya juga kaget ketika mendapat informasi seperti ini. Kalau saya sangat percaya pak Masan tidak akan melakukan hal ini,” ujar Sumiyatun.
Dia menduga aksi ini memang terkait dengan kepentingan politik. Termasuk di antaranya anggapan dia akan mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus 2018. Yang jelas, akibat SMS tak bertanggung jawab itu, dirinya merasa risih.
Editor : Akrom Hazami