Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua DPD 1 Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono mengatakan, harapannya dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang hanya ada dua pasang calon. Dengan dua pasang calon ini, menurutnya akan lebih menguntungkan untuk melawan calon dari PDI Perjuangan.

"Menurut teori, pengalaman, pengamatan, dan `feeling`, kalau `head to head` siapa pun, termasuk saya dengan PDIP itu menarik, probability-nya untuk menang itu lebih tinggi daripada jika calonnya ada tiga," kata Wisnu, dikutip dari Antaranews.com, Senin (14/8/2017).

Ia mengakui, jika pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang ada tiga calon, maka PDI Perjuangan yang akan diuntungkan. Sementara jika head to head peluang untuk Golkar cukup besar.

"Kalau calonnya tiga, secara teori PDIP diuntungkan walaupun pelaksanaannya tergantung operasi di lapangan. Akan tetapi, kami bicara teori dahulu," ujarnya.

Dengan harapan ini, kemungkinan Golkar tidak akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, sama seperti Pilgub Jateng 2013 lalu. Saat itu PDI Perjuangan tampil sebagai partai tunggal yang mengusung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, sementara Golkar berkoalisi dengan Demokrat mengusung Bibit Waluyo- Sudijono Sastroadmodjo.
Meski demikian, Partai Golkar juga memastikan akan berkoalisi dengan partai politik lain karena jumlah kursi di DPRD Jateng yang tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri. "Pengalaman kami dengan PPP lebih baik, PPP bersama kita di tiga pilkada lalu, yakni Demak, Batang, dan Banjarnegara," ujarnya.Wisnu menyatakan, partainya akan melakukan melakukan survei internal guna menentukan calon yang akan diusung pada Pilgub Jateng 2018. Survei itu akan dilakukan pada sejumlah nama potensial, termasuk Wisnu Suhardono."Akhir bulan ini ada survei, termasuk saya (yang ikut disurvei), yang hasilnya jelek enggak usah diusung," katanya.Wisnu mendapat dorongan dari internal Golkar untuk maju bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono bahkan menyebut 35 DPD II kabupaten/kota di Jateng dan DPD I Jateng sudah bulat mendukung pencalonan Wisnu SUhardono.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler